Ringkasan Materi E-Business Pertemuan 12
Pertemuan 12
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)
A. Supply Chain
- Aliran material, yaitu Aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream) ke hilir (downstream). Contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik
- Aliran Informasi, aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya.
- Aliran uang / dana, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu.
B. Struktur Supply Chain
Secara sederhana sebuah model struktur Supply Chain dapat disederhanakan seperti nampak dalam gambar dibawah ini.
C. Supply Chain Management
Supply chain management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain
D. Proses Bisnis pada SCM
Pada SCM, aktivitas-aktivitas dibagi menjadi beberapa proses bisnis, antara lain:
1. Customer Relationship Management (CRM)
Langkah pertama manajemen rantai pasok adalah mengidentifikasi pelanggan utama atau pelanggan yang kritis bagi perusahaan. Aktivitas ini melibatkan tim pelayanan pelanggan (customer service) yang membuat dan melaksanakan program-program bersama, persetujuan produk dan jasa, serta menetapkan tingkat kinerja tertentu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
2. Customer Service Management (CSM)
CSM merupakan sumber tunggal informasi pelanggan yang mengurus persetujuan produk dan jasa. Customer Service memberitahukan pelanggan informasi mengenai tanggal pengiriman dan ketersediaan produk melalui hubungannya dengan bagian produksi dan distribusi
3. Demand Management
Proses ini harus menyeimbangkan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan pasokan perusahaan, menentukan apa yang akan dibeli pelanggan dan kapan. Sistem manajemen permintaan yang baik menggunakan data point-of-sale dan data pelanggan “inti” untuk mengurangi ketidakpastian dan aliran yang efisien melalui rantai pasok.
E. Fungsi Manajemen SCM
Ada dua fungsi utama manajemen SCM yaitu
- SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarknya ke pemakai akhir. ungsi pertama ini berkaitan dengan ongos-ongkos fisik, yaitu ongkos material, ongkos penyimpanan, ongkos produksi, ongkos transportasi, dan sebagainya.
- SCM sebagai mediasi pasar, yakni memastikan bahwa apa yang disuplai oleh rantai supply mencerminkan aspirasi pelanggan atau pemakai akhir tersebut. Fungsi kedua ini berkaitan dengan biaya-biaya survey pasar, perancangan produk, serta biaya-biaya akibat tidak terpenuhinya aspirasi konsumen oleh produk yang disediakan oleh sebuah rantai supply.
F. Prinsip-Prinsip Supply Chain Management
Prinsip utama yang harus dipegang dalam sinkronisasi aktivitas-aktivitas sebuah supply chain adalah untuk menciptakan resultan yang lebih besar, bukan hanya bagi tiap anggota rantai, tetapi bagi keselurhan sistem. Kesuksesan implementasi prinsip ini biasanya membutuhkan perubahan-perubahan pada tingkatan strategis maupun taktis.
Anderson, Britt, dan Favre (1997) memberikan 7 prinsip SCM dalam merumuskan keputusan strategis, yaitu:
- Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya
- Sesuaikan jaringan logistik untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda
- Dengarkan signal pasar dan jadikan signal tersebut sebagai dasar dalam perencanaan kebutuhan (demand planning) sehingga bisa menghasilkan ramalan yang konsisten dan alokasi sumber daya yang optimal
G. Tahapan dalam SCM
Ada empat tahapan dalam SCM yaitu:
1. Kompleksitas Struktur Supply Chain
- Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbedabeda(bertentangan?)
- Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
2. Ketidakpastian
- Ketidakpastian permintaan
- Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitasbahan baku, dll
- Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dan lain-lain.
I. Peran Internet Dalam SCM
Teknologi memungkinkan pembagian cepat dari data permintaan dan penawaran. Dengan membagi informasi di seluruh rantai suplai ke konsumen akhir, kita bisa membuat sebuah rantai permintaan, diarahkan pada penyediaan nilai konsumen yang lebih. Tujuannya ialah mengintegrasikan data permintaan dan suplai jadi gambaran yang akuarasinya sudah meningkatdapat diambil tentang sifat dari proses bisnis, pasar dan konsumen akhir. Integrasi ini sendiri memungkinkan peningkatan keunggulan kompetitif.
1. Electronic procurement (e- procurement)
- e-Auction yaitu suatu aplikasi untuk mendukung kegiatan lelang yang dilakukan secara elektronik. Pada model ini pembeli bisa mengundang beberapa calon supplier untuk menawarkan harga atas produk dengan spesifikasi dan jumlah tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. Supplier dengan harga rendah yang akan dianggap menang. Proses lelang ini dilakukan dengan media Internet
- Perusahaan otomatif seperti volkwagen, general motors, daimer chrysler, dan sebagainya menggunakan e-procurement secara ekstensif untuk proses pengadaan bahan baku dan komponen item-item yang masuk dalam kelompok MRO (maintenance, repair and operations) seperti suku cadang, peralatan tulis kantor dan sebagainya,
2. Electronic fulfilment (e- fulfilment)
Fulfilement adalah pemenuhan pesanan pelanggan. Beberapa kegiatanyang termasuk proses fulfilment adalah:
- Menerima order dari pelanggan, pelanggan bisa memesan melalui email atau web based ordering
- Mengelola transaksi, transaksi proses pembayaran
- Manajemen gudang yang meliputi pengen


Komentar
Posting Komentar